October 2011
13 posts
Dramatisasi film ini lebih berani dari novel saya. Ini akan jadi dokumentasi...
–
Ahmad Tohari tentang film Sang Penari.
”Sang Penari, keren. Selamat buat Ifa Isfansah & Salman Aristo. Tentu saja, Sang Penari beda dari novel Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari). Dengan arif, filmnya mengaku “terilhami”. Tapi, semangat novelnya terasa di filmnya: Sang Penari menatap kelahiran Orba dari sebuah dunia dukuh yang miskin. Dalam memandang masa kelam kelahiran Orba itu, Sang Penari setia pd persoalan...
”Sang Penari super kerennnnn, detil yang luar biasa sukses membawa ke tahun 60-an, skaligus mengaduk emosi. Gara gara Sang Penari jadi bisa bahasa ngapak ngapak. “Ora nanak iki…” Tapi sumpah terkesima…. Sang Penari sukses membangun nostalgia kemiskinan yg sering diceritakan nyokap gue. Soal gaplek, amben dll. Arghhh super keren. Sang Penari sangat perlu ditonton oleh...
Sang Penari, a fresh and loose interpretation of “Ronggeng Dukuh Paruk”. Strong performances and beautiful camera work. All stars were there; but you would not recognize them; they were completely blended into the characters. Oka Antara & Prissy have a very strong chemistry. I was amazed by Dewi Irawan, Tio P and Lukman Sardi “red man”
Leila S. Chudori
Sang Penari yg disutradarai Ifa Isfansyah dibuat secara puitis dgn akting prima oleh Prisia Nasution & Oka antara. Sang Penari menggambarkan kisah dr sbh masa & sbh kisah kasih yg tak sampai dgn ltr belakang tradisi yg kuat, mistis & nafsu. Luar biasa! Costume Sang Penari styled by Citra Subijakto is awesome. So many varieties of amazing batik motives that we can see on the movie. Sang...
Sang Penari was a beautiful presentation down to the details. And, Prisia Nasution shines in every frame. As far as we know, Mr. isfansyah hasn’t directed many films, but Sang Penari proves that he is a heavyweight director. The sound mixing and editing in Sang Penari is also flawless. And the Batik … OH, THE BATIK! *jawdropping*
Caramel Screen
SANG PENARI. Cinta jangan hanya satu hati, tapi juga satu ideologi. Film yang bagus. Salut.
Adrian Jonathan, Cinema Poetica